Cara Mengatur Sopir Agar Sesuai Kebutuhan Manajemen

Suatu hari, si Parjo yang memesan sebuah mobil sewa berjenis mikrobus untuk digunakan sebagai kendaraan berwisata sekeluarga. Hari, jam dan tempat penjemputan sudah disepakati hingga singkat kata mobil berikut sopirnya datang menjemput Parjo dan keluarganya.

Impresi awal sangatlah baik, dari mulai membuka pintu hingga mobil mulai jalan menuju lokasi wisata. Di tengah jalan, dikarenakan jalan raya yang sedang banyak mengalami pembangunan maka terjadilah kemacetan luar biasa. Sebut saja sopirnya Paijo, dia mengeluarkan gestur serta keluhan karena kemacetan dengan cara yang negatif. Parjo sebagai tamu yang kebetulan duduk di samping Paijo, menangkap suasana tidak menyenangkan tersebut. Dan selanjutnya, emosi negatif pun terus diperlihatkan oleh sopir tersebut selama dalam perjalanan.

Parjo pun kemudian komplain ke layanan pelanggan perusahaan jasa sewa mobil wisata itu, dan semenjak itu Parjo mencatat nama perusahaan tersebut agar tidak lagi memesan jasa sewa mobil bila suatu hari kembali membutuhkannya.

Cerita di atas adalah sekelumit kisah dari banyaknya cerita tentang kekecewaan pelanggan dikarenakan sopir. Suka duka mengatur sopir tentu saja di alami oleh semua pengusaha transportasi, baik untuk angkutan umum hingga sewa mobil yang bersifat pribadi untuk wisata maupun transportasi perjalanan wisata seperti bus. Bagaimana pun, faktor sopir merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam bisnis transportasi. Keberadaan sopir yang penting ini, sering menjadi dilema tersendiri bagi pengusaha dalam mengedepankan kepentingan roda bisnis agar berjalan sesuai mestinya. Karena memang mencari sopir yang loyal, bagus dalam bekerja, baik dalam melayani memang tidaklah mudah.

Bagi pengusaha transportasi, kebutuhan untuk mengetahui cara mengatur sopir dengan baik menjadi wajib. Apalagi bagi pengusaha transportasi wisata, dimana sopir adalah ujung tombak perusahaan dalam pelayanan dan menjaga nama baik. Sekalinya sopir berulah, maka nama perusahaan yang jadi taruhan bukan sopir meskipun sopir tersebut sudah ditegur bahkan di pecat dari perusahaan.

Cipendawa sebagai penyedia jasa sewa hiace dan mobil wisata lainnya, terus belajar mengembangkan pengelolaan sumber daya manusia termasuk didalamnya sopir agar semakin maksimal memberikan pelayanan terhadap tamu-tamunya. Belajar dari yang sudah berpengalaman dari berbagai jasa transportasi baik berbentuk taksi maupun rental mobil hingga transportasi pengiriman barang seperti kargo.

Berikut ini beberapa cara ala Cipendawa dalam mengatur sopir agar sesuai dengan kebutuhan manajemen:

1. Memperketat Syarat Lamaran Sopir

Cipendawa mewajibkan para sopir yang melamar menyertakan surat – surat data pribadi seperti:

  • KTP dan SIM
  • SKCK
  • Portofolio
  • Surat Pernyataan Kesediaan Mengikuti Aturan
  • Menandatangani Surat Kontrak bila diterima

Meski Cipendawa bukanlah perusahaan sebesar Blue Bird ataupun Trac, namun kami sudah memperketat proses penerimaan lamaran sopir sedini mungkin. Minimal Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang disyaratkan juga minimal B umum, agar bisa lebih fleksibel membawa kendaraan dengan beberapa macam jenis. Surat penyataan kesediaan mengikuti aturan ini disertai dengan tanda tangan dan materai 6000 untuk memperkuat syarat penerimaan yang kemudian Cipendawa akan menempatkannya sebagai lampiran dari surat kontrak bekerja sama.

2. Menerbitkan Hukuman

Bagi sopir yang diterima, wajib menandatangani surat kontrak kerja sama dan wajib diikuti sesuai poin – poin aturan di dalamnya. Dengan adanya surat kontrak, maka perusahaan dan sopir memiliki kesepakatan serta menerima bilamana suatu hari ada hukuman maupun penghargaan yang akan di terima oleh sopir sebagai karyawan atau SDM perusahaan.

Perusahaan akan menerbitkan hukuman apabila terbukti sopir melakukan kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja, dibuktikan melalui wawancara dengan pelanggan dan wawancara dengan sopir itu sendiri. Bentuk dan jenis hukuman menyesuaikan skala kecil besarnya sebuah kesalahan. Misalnya hanya karena salah komunikasi dengan pelanggan, maka perusahaan mengeluarkan teguran agar belajar komunikasi lebih baik lagi.

Beberapa contoh poin ketat yang langsung akan mendapatkan hukuman pemecatan adalah sebagai berikut:

  • Melakukan kegiatan judi di dalam lingkungan perusahaan (Garasi, Kantor atau saat sedang bekerja).
  • Meminum minuman keras dan mabuk-mabukan di lingkungan perusahaan (Garasi, Kantor atau saat sedang bekerja).
  • Bila ketahuan mengkomsumsi narkoba akan langsung diserahkan ke pihak Kepolisian.
  • Membawa perempuan bukan istri menginap di asrama sopir.
  • Sudah mendapatkan keluhan dari pelanggan lebih dari 3 kali dalam kurun waktu 2 bulan.
  • Menjalankan praktek pemasaran perusahaan dalam perusahaan hingga merugikan perusahaan.

Poin – poin ini dimaksudkan untuk menjaga perilaku serta sikap sopir agar tetap menghormati keberadaan perusahaan sebagai payung besar, sehingga tidak merusak dan mengakibatkan kerusakan kepada sopir – sopir yang lainnya.

3. Memberikan Penghargaan

Salah satu cara Cipendawa memberikan penghargaan kepada sopir adalah dengan menghitung masa bakti sopir tersebut terhadap perusahaan. Sopir yang sudah memiliki masa bakti lebih dari satu tahun akan mendapatkan kenaikan komisi dari setiap perjalanan yang dilakukannya.

Penghargaan lain yang diberikan kepada sopir adalah kemudahan dalam memberikan kasbon alias hutang untuk kebutuhan sopir, namun dengan limitasi tertentu setiap bulannya. Ini dilakukan agar sopir tidak mudah melakukan hal tercela hanya karena butuh biaya untuk kehidupan sehari-harinya. Kami juga memberikan total komisi perjalanan di atur setiap 15 hari sekali ditambah 2 hari pencairan dan tidak ada keterlambatan pencairan komisi sopir. Ini dilakukan untuk memberikan hak mereka sebelum keringatnya mengering.

Memberikan penghargaan kepada sopir merupakan salah satu komponen wajib yang harus ada, untuk menjaga loyalitas serta semangat bekerja sopir sehingga semakin meningkatkan kemajuan perusahaan.

4. Berkumpul bersama 1 bulan 1 kali

Wajib bagi semua sopir untuk mengikuti kegiatan berkumpul dalam setiap bulannya, agar bisa terjaga semangat serta disiplin perusahaan yang wajib dilakukan oleh mereka. Dalam masa kumpul, setiap sopir dipersilahkan untuk mengeluarkan keluhan, saran serta kritik ke dalam perusahaan. Mereka bebas mengatakan apa yang mereka ingin katakan, dengan koridor kesopanan serta etika profesional kerja.

Kegiatan berkumpul ini dilakukan keluar kantor, dengan sebelumnya di dahului makan-makan sehingga semua yang hadir bisa kuat menghadapi kenyataan yang mungkin akan terjadi saat itu :D.

Inilah tips dari Cipendawa Sewa Hiace untuk mengelola atau mengatur sopir.

Salam Sukses.

Berikan komentar