hand sanitizer, sanitize, sanitizer

Normal Baru dan Efeknya Bagi Transportasi Wisata

Presiden sudah mengumumkan sebuah bentuk keniscayaan akan kenormalan baru (normal baru) dalam kehidupan bersosial masyarakat. Memang tidak bisa dipungkiri, perlahan namun pasti kita semua akan (terpaksa) hidup dalam situasi normal baru bersama wabah virus corona disease 2019 atau Covid19 ini.

Sebagai masyarakat yang hidup saat ini, menyaksikan serta mengalami langsung mewabahnya sebuah virus flu baru melanda ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Dan kini, setelah sekian bulan melewati masa wabah dengan berdiam diri atau pun beraktivitas di rumah, kita sampai pada pilihan situasi, diam sampai wabah selesai atau bergerak perlahan untuk bangkit.

Kami, sebagai pelaku transportasi wisata dan hidup dalam sebuah negara tentu saja akan mengikuti aturan berikut rekomendasi standard operational procedure (SOP), manakala harus bergerak perlahan untuk membangkitkan ekonomi. Menerapkan standar yang selama ini sudah berjalan.

covid-19, coronavirus, distance

Normal Baru

Dari pengalaman menjalankan program sumbang pakai mobil sebagai transportasi bantuan sosial dan tenaga medis, Cipendawa menerapkan prosedur kebersihan mobil (disinfektan), pengemudi, pengaturan tempat duduk dan alat medis tambahan seperti cairan cuci tangan, masker serta alat pengukur suhu badan sebagai normal baru.

Standar prosedur ini jelas menambah pengeluaran bagi perusahaan, sementara berbanding terbalik dengan pendapatan yang terlanjur menurun drastis. Karena tak ada yang menggunakan kendaraan untuk berwisata selama wabah berlangsung, bahkan kemungkinan 5 – 6 bulan saat wabah selesai nantinya.

Bagi kami, sebagaimana keluh kesah ini, tak ada lagi keseimbangan neraca kas keluar masuk pendapatan. Namun mau tidak mau, harus mau menerapkan standar prosedur yang artinya harus merogoh kocek lebih dalam ini, meskipun tidak tahu kapan akan ada pengguna melakukan telpon dan menggunakan jasa transportasi.

corona, mask, woman

Persoalan Harga

Sudah pasti, pilihan kenormalan baru ini tidak akan bisa dihindari. Pebisnis transportasi wisata seperti Cipendawa rent bus ini harus ikut berjuang menerapkan semua aturan dan prosedur standar, dan hal paling mengganggu pikiran adalah pengaturan tempat duduk. Kami harus bisa mengatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan di dalam mobil dan menyebabkan virus menular cepat.

Efeknya tentu akan berpengaruh pada saat transaksi harga. Kami yakin pengguna akan lebih banyak tidak bersedia membayar sekian rupiah namun hanya bisa digunakan dengan penumpang yang sedikit. Persoalan harga ini akan menjadi masalah di lapangan, dan akan menjadi sangat pelik apabila relaksasi kredit mobil sudah berakhir.

Sedikit simulasi:

Mobil toyota hiace misalnya; biasa menampung penumpang hingga 14 orang. Pengguna biasa membayar 1,4jt sehari dalam kota, dan bisa menampung 14 orang, artinya perorang hanya terbebani 100rb.

Kemudian karena aturan dan standar prosedur agar tidak terjadi penularan virus, maka hanya bisa di isi maksimal 7 orang penumpang satu mobil dan sekali jalan. Artinya bila dengan harga tetap 1,4jt maka pengguna akan terbebani 200rb per orang.

Ekonomi Sedang Lemah

Sangat tahu dan sangat memahami bahwa karena wabah corona ini, seperti di sebutkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, ekonomi menjadi sangat lemah di segala bidang. Maka melihat simulasi di atas, sangat besar kemungkinan perusahaan transportasi seperti Cipendawa harus mau menurunkan biaya sewa, selain ekonomi sedang lemah, juga tentu karena mobil hanya bisa dipakai untuk sedikit orang.

Dengan menurunkan harga sewa, maka pendapatan pun akan menurun sehingga akan berpengaruh pada saat harus membayar angsuran kredit kendaraan. Kebijakan relaksasi kredit hanya berjalan maksimal 1 tahun, dan sekarang sudah berjalan 3 bulan, sementara pulihnya ekonomi transportasi wisata belum tentu bisa secepat prediksi.

financial crisis, stock exchange, trend

Harapan Besar

Kesimpulannya, bertambahnya pengeluaran atas biaya prosedur standar melawan virus corona dan berkurangnya pendapatan atas transaksi penggunaan kendaraan transportasi wisata, akan membuat kami pelaku wisata ke dalam jurang kebangkrutan bila tidak segera ada solusi.

Sangat besar harapan kami, Pemerintah melakukan subsidi besar – besar pada semua instansi dibawahnya untuk menggunakan semua transportasi wisata, entah digunakan untuk kegiatan rutin seperti antar jemput atau pun bahkan wisata, semua demi menghidupkan roda ekonomi pada pelaku bisnis transport.

Pelaku bisnis transportasi wisata ini total mencapai 1jt lebih didalamnya, yang selama wabah ini bahkan tidak mendapatkan sentuhan sama sekali dari dari bidang kementerian terkait.

Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel
Kegiatan
Daftar Harga
Scroll to Top
×

Halo!

Silahkan klik untuk chat dengan admin atau kirim email ke sewa@cipendawa.com

× Sewa Mobil atau Bus? Chat Saja